CONTOH MAKALAH TOLERANSI SEBAGAI ALAT PEMERSATU BANGSA TERLENGKAP

MAKALAH TOLERANSI SEBAGAI ALAT PEMERSATU BANGSA

Makalah toleransi sebagai alat pemersatu bangsa
Makalah toleransi sebagai alat pemersatu bangsa

KATA PENGANTAR


Segala puja dan puji syukur saya panjatkan kepada tuhan yang maha esa Allah swt, karena dengan rahmat dan karunianya sehingga saya dapat menyusun makalah ini dengan baik.

Makalah ini saya buat untuk keperluan tugas "Makalah toleransi sebagai alat pemersatu bangsa".

Dalam makalah ini saya sebagai pembuat/penulis mengangkat salah satu tema tentang kebudayaan, dan juga perihal yang saya angkat dalam hal ini adalah “Toleransi Sebagai Alat Pemersatu Bangsa

Harapan saya semoga makalah ini dapat memberi manfaat dan menambah ilmu pengetahuan pembaca juga menarik minat pembaca untuk mengunjungi daerah yang saya ulas ini yaitu “Toleransi Sebagai Alat Pemersatu Bangsa”.

Makalah ini saya rasa masih terdapat beberapa kekurangan. Oleh karena itu, saran dan kritik dari pembaca saya perlukan supaya makalah ini menjadi lebih baik lagi dari yang sebelumnya.

Baca juga: 7 Aplikasi penghasil pulsa tercepat 2020

Tanahsurga.com , 6  februari  2020
Penyusun

DAFTAR ISI


        KATA PENGANTAR.................................
        DAFTAR ISI...............................

BAB I PENDAHULUAN

        A.  Latar Belakang...........................
        B.  Rumusan Masalah...........................
        C.  Tujuan............................

BAB II  PEMBAHASAN

        A.  Pengertian Toleransi ...........................
        B.  Pentingnya Toleransi..........................
        C.  Mengkritisi Sekitar kita..........................
        D.  Pentingnya Perilaku Toleransi........................
        E.  Menghindarkan Diri Dari Perilaku Buruk.....

BAB III   PENUTUP

        A.  Kesimpulan................................
        DAFTAR PUSTAKA...............................


Baca juga: 7 Aplikasi penambah followers instagram tercepat gratis 2020

BAB I


PENDAHULUAN


A. Latar Belakang


Salah satu agenda besar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara adalah menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Di antara tantangan yang dihadapi untuk mencapai persatuan dan persatuan nasional adalah masalah kerukunan beragama dan kerukunan nasional. Harmoni bukanlah elemen bebas. Ada bagian dari sejarah kelam di mana harmoni telah diberantas di negara ini.

Tidak hanya membakar harta benda yang kini hilang, tetapi banyak nyawa tak berdosa juga mati. Sebagai orang yang berpendidikan, kita harus berpartisipasi dalam menjaga integritas bangsa dan negara, dalam menjaga keharmonisan dalam kehidupan masyarakat dan berpartisipasi dalam menjaga keharmonisan di mana pun kita berada dan kapan saja.

Baru-baru ini, nilai keharmonisan masyarakat yang sudah terpelihara dengan baik sejak dahulu kini telah mulai terkikis, mengalami kemunduran. Salah satu slogan Bhineka Tunggal Ika kini mulai memudar dalam pemahaman dan pengalaman masyarakat.

Hal ini bisa dilihat dari berbagai konflik yang telah terjadi di berbagai wilayah di Indonesia seperti Ambon, Poso dan Sampang atas nama agama. Bahkan kontroversi atas nama agama telah mengancam disintegrasi nasional.

Manusia adalah makhluk individu dan sosial. Sebagai makhluk sosial, manusia jelas perlu untuk dapat berinteraksi dengan makhluk individu lain agar memenuhi kebutuhannya. Dalam menjalani kehidupan sosial di masyarakat, setiap individu akan bertemu kelompok dengan warna yang berbeda, salah satunya adalah perbedaan agama.

Dalam menjalani kehidupan sosial seseorang, tidak dapat dipungkiri bahwa ada gesekan antar kelompok masyarakat lain, yang terkait dengan ras atau agama. Untuk menjaga integritas dan persatuan masyarakat, saling menghormati dan saling menghargai tentu sangat diperlukan, untuk menghindari gesekan yang dapat menyebabkan konflik bahkan perang saudara. Masyarakat juga memiliki kewajiban untuk saling melindungi hak dan kewajiban satu sama lain.

Pada awal pembukaan UUD 1945 pasal 29 ayat 2, dikatakan bahwa "negara akan menjamin kemerdekaan setiap penduduk untuk memeluk keagamaan masing-masing dan beribadah menurut sengan agama dan keyakinan masing-masing. Jadi kita sebagai warga negara yang baik, kita harus mempelajari toleransi antar umat beragama agama dan menjaga negara kesatuan republik indonesia".

Kebebasan beragama adalah dasar untuk menciptakan keharmonisan dengan berbagai umat beragama, kebebasan beragama adalah hak setiap manusia. Kita memiliki hak untuk menyembah Tuhan dan tidak ada seorang pun yang bisa menghapusnya.

Toleransi di antara penganut agama tidak bisa diabaikan dengan kebebasan dan toleransi. Sebaliknya, apakah ini fokus seseorang? Anda dapat membandingkan keduanya, Pemahaman yang benar tentang kebebasan beragama dan toleransi antar agama.

B. Rumusan Masalah


        A. Apa Itu Toleransi ?
        B. Apa Saja Membuka Relung Hati
        C. Bagaimana Mengkritisi Sekitar Kita
        D. Apakah Pentingnya Perilaku Toleransi
        E. Menghindarkan Diri Dari Perilaku Tindak Kekerasan

C. Tujuan Pembuatan


        A. Agar mengetahui Pengertian Toleransi
        B. Agar mengetahui Membuka Relung Hati
        C. Agar mengetahui Mengkritisi Sekitar Kita
        D. Agar mengetahui Pentingnya Perilaku Toleransi
        E. Agar mengetahui Menghindarkan Diri dari Perilaku Tindak Kekerasan


BAB II


PEMBAHASAN


A. Pengertian Toleransi


Kata toleransi berasal dari bahasa Latin yaitu "Tolerare" yang berarti sabar membiarkan sesuatu. Jadi konsep toleransi adalah sikap atau perilaku manusia yang tidak menyimpang dari aturan, sehingga seseorang menghormati atau menghargai tindakan yang diambil oleh orang lain. Toleransi sosial budaya dan agama yang merupakan sikap dan tindakan yang melarang diskriminasi terhadap berbagai kelompok atau tidak dapat diterima oleh mayoritas masyarakat juga dapat ditegaskan.

Contohnya adalah toleransi beragama di mana para pengikut mayoritas dalam satu masyarakat mengizinkan kehadiran agama-agama lain. Toleransi juga digunakan untuk menggunakan definisi "kelompok" yang lebih luas, seperti partai politik, orientasi seksual, dll. Masih ada banyak kontroversi dan kritik tentang prinsip-prinsip toleransi oleh kaum liberal dan konservatif. Oleh karena itu, toleransi antara masyarakat agama berarti sikap manusia terhadap laki-laki dan perempuan yang beragama dan menghormati orang lain dari agama yang lain.

B. Pentingnya toleransi


"Diantara mereka ialah orang yang beriman kepadanya (Al-Qur'an), dan di antara mereka juga adalah orang-orang yang tidak percaya kepadanya. Tuhanmu tahu lebih banyak tentang mereka yang telah terluka. (Q. Yunus / 10: 40)

"Dan jika mereka mengingkari kamu (Muhammad), maka katakanlah:" Bagi saya pekerjaan saya dan untuk Anda pekerjaan Anda. Anda bebas dari apa yang saya lakukan dan saya juga bebas dari apa yang Anda lakukan. " (Q. Yunus / 10: 41)

Dari ayat tersebut dapat di simpulkan sebagai berikut:

1. Umat manusia yang dihidupkan setelah diutusnya Nabi besar Muhammad SAW. Setelah itu terbagi menjadi 2 golongan, ada umat yang beriman terhadap kebenaran kerasulan dan kitab suci (Al-Qur'an) yang disampaikannya dan ada juga golongan dari orang yang mendustakan kerasulan Nabi Muhammad SAW. dan tidak beriman kepada Al-Qur'an.

2. Allah SWT adalah Sang Maha Mengetahui sikap dan perilaku orang - orang beriman yang selama hidup di dunia senantiasa bertaqwa kepada-Nya, begitu juga orang yang tidak beriman kepada-Nya.

3. Orang beriman harus bersikap tegas dan berpendirian teguh atas keyakinannya. Tetap tegar meskipun ia sedang hidup di tengah - tengah orang yang berbeda keyakinan dengan dirinya.

4. Ayat di atas juga menjelaskan pentingnya menghargai perbedaan dan toleransi. Cara menghargai perbedaan dan toleransi dengan tidak mengganggu aktivitas keagamaan satu sama lain.

Manfaat Toleransi Hidup Beragama dalam Pandangan Islam

  • Menghindari Terjadinya Perpecahan

Bersikap toleran merupakan menjadi salah satu solusi agar tidak terjadi perpecahan dalam mengamalkan agama. Sikap bertoleransi tetap harus menjadi suatu kesadaran pribadi untuk selalu dibiasakan dalam wujud interaksi bersosial. Toleransi dalam kehidupan beragama menjadi sangat mutlak dengan adanya dengan eksisnya berbagai macam ajaran agama samawi maupun agama ardli dalam kehidupan umat manusia.

  • Memperkokoh Silaturahmi daalam Menerima Perbedaan

Salah satu wujud dari sikap toleransi hidup beragama adalah menjalin dan memperkokoh ikatan silaturahmi antar umat beragama dan menjaga hubungan baik antara manusia lainnya. Pada umumnya umat manusia tidak dapat menerima perbedaan antar sesamanya, sekarang ini perbedaan dijadikan alasan untuk bertentangan satu sama lainnya. Perbedaan agama merupakan salah satu faktor sumber penyebab utama adanya konflik antar sesama umat manusia.

Menjalin hubungan damai antar penganut agama yang hanya bisa dimungkinkan jika masing - masing pihak menghargai perbedaan pihak lain. Mengembangkan sikap toleransi beragama merupakn hsl yang penting, bahwa setiap penganut agama boleh melakukan ajaran dan ritual agamanya dengan bebas tanpa tekanan seperti apa yang sudah di tetapkan. Oleh karena itu, hendaknya toleransi keberagaman ini kita jadikan kekuatan untuk memperkokoh silaturahmi dan menerima adanya perbedaan. Dengan ini akan terwujud perdamaian di dunia, ketentraman, dan kesejahteraan umat manusia.

  1. Pembangunan berjalan dengan lancar
  2. Masyarakat menikmati hasil-hasil pembangunan
  3. Kemajuan dalam berbagai aspek kehidupan

  • Menerapkan Perilaku Mulia

Kondisi bangsa Indonesia dengan semboyan bhineka tunggal ika ini harus kita pertahankan demi ketentraman masyarakat dan kedamaian penduduknya. Salah satu cara mempertahankan kebhinekaan ini adalah dengan menguatkan sikap toleransi atau saling menghargai.

Dalam kehidupan orang masyarakat Indonesia, kerukunan hidup antar suku, ras, golongan dan agama harus tetap selalu dijaga dan dibina. Kita semua tidak ingin bangsa Indonesia terpecah belah saling tikam dan bermusuhan satu sama lain hanya karena masalah di atas.

Berikut perilaku - perilaku toleransi yang harus dibina sesuai dengan ajaran  Islam.

1. Saling menghargai adanya perbedaan tentang keyakinan. Kita tidak boleh memaksakan kehendak pada setiap orang agar mereka mengikuti keyakinan kita. Orang yang berkeyakinan lain pun tidak boleh sampai memaksakan keyakinannya pada kita. Dengan memperlihatkan perilaku berakhlak mulia dan baik, insyaallah orang lain akan tertarik. Rasulullah SAW. selalu memperlihatkan akhlak mulia kepada siapa pun termasuk kepada semua musuh - musuhnya. Banyak orang kafir yang tertarik pada akhlak mulianya Rasulullah SAW. lalu ia masuk Islam karena kemuliaannya.

2. Saling menghargai adanya perbedaan berpendapat. Umat manusia diciptakan dengan membawa berbagai macam perbedaan. Kita harus tetap mencoba menghargai perbedaan tersebut.

3. Belajar empati, yaitu olah rasa atau merasakan apa yang sedang dirasakan oleh orang lain, lalu bantulah orang yang sedang membutuhkan. Sering terjadi tindak kekerasan karena disebabkan hilangnya rasa empati kita. Ketika mau mengganggu orang lain, terlebih dahulu kita harus sadar diri bahwa mengganggu itu akan menyakitkan. Bagaimana kalau itu terjadi pada diri kita? Tentu kita juga akan merasa jengkel jika diganggu oleh orang lain.

4. Islam mengajarkan semua umat untuk saling menolong siapa pun, baik orang miskin maupun orang yang sakit.

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

"Menolong orang sakit yang masih hidup akan mendapatkan ganjaran berupa pahala." (HR.  Bukhari no. 2363 dan Muslim no. 2244).
Lihatlah saudaraku bahwa Islam masih mengajarkan peduli ke sesama.


C. Mengkritisi Sekitar Kita


Akhir-akhir ini, nilai kerukunan yang telah lama dijaga dengan baik oleh masyarakat kini sudah mulai terkikis, mengalami degradasi. Semboyan negara kita bhinneka tunggal ika sudah ada gejala dan mulai luntur dalam pemahaman dan pengamalan masyarakat sekarang.

Ini bisa kalian dilihat dj berbagai konflik  yang terjadi di berbagai daerah seperti kasus di Poso, Ambon, Sampang yang merupakan mengatasnamakan agama. Konflik-konflik ini yang mengatasnamakan agama ini bahkan disinyalir telah mengancam terjadinya disintegrasi (perpecahan) atar saudara sebangsa.

D. Pentingnya Perilaku Toleransi


Toleransi kini sudah menjadi sangat penting dalam kehidupan umat manusia, baik dalam berkata-kata maupun dalam bertingkah laku sekalipun. Dalam hal ini, toleransi berarti saling menghormati dan belajar dari orang lain, menghargai perbedaan, menjembatani kesenjangan di antara kita sehingga tercapai kesamaan sikap. Toleransi tentu juga merupakan awal dari sikap yang bisa menerima bahwa perbedaan bukanlah suatu hal yang salah, justru perbedaan harus dihargai dan dimengerti sebagai kekayaan kita di indonesia.

Seperti contoh: misalnya, perbedaan ras, suku, agama, adat istiadat, sudut pandang, perilaku, pendapat. Dengan semua perbedaan tersebut, diharapkan manusia bisa selalu mempunyai sikap toleransi terhadap segala perbedaan yang sudah lama ada, dan berusaha tetap hidup rukun selamanya, baik individu dan individu, individu dan kelompok masyarakat, serta kelompok masyarakat dan kelompok masyarakat yang lainnya.
         
Dari penjelasan ayat tersebut dapat disimpulkan hal-hal berikut:

A. Umat manusia yang hidup setelah diutusnya Nabi Muhammad saw. terbagi menjadi 2 golongan, yaitu ada umat yang beriman terhadap kebenaran ke rasulan dan terhadap kitab suci yang telah disampaikannya dan ada juga golongan orang yang suka mendustakan kerasulan Nabi Muhammad saw. dan tidak beriman kepada al- Qur'an.

B. Allah Swt Tuhan Sang Maha Mengetahui semua sikap dan perilaku seseorang beriman yang selama hidup di dunia ini senantiasa bertaqwa kepada-Nya, begitu pula orang kafir yang tidak beriman kepada-Nya.

C. Orang yang beriman tetap harus bersikap tegas dan berpendirian teguh atas keyakinannya. Harus tetap tegar meskipun sedang hidup di tengah-tengah orang yang berbeda keyakinan dengan dirinya.

Ayat di atas menjelaskan mengenai perlunya menghargai segala perbedaan dan toleransi. Cara menghargai perbedaan dan toleransi antara lain dengan tidak mengganggu aktivitas keagamaan orang lain.

Rasulullah saw. bersabda:

Artinya: Dari Ibn Umar ra. Sesungguhnya Rasulullah  saw bersabda, "Sebaik- baik sahabat di sisi Allah adalah orang yang paling baik di antara mereka terhadap sesama saudaranya. Dan sebaik-baik tetangga di sisi Allah adalah yang paling baik di antara mereka terhadap tetangganya." (HR. Attirmizy)

E. Menghindarkan Diri dari Perilaku Tindak Kekerasan


Manusia dianugerahi oleh Allah SWT. berupa nafsu. Dengan nafsu itu, manusia dapat merasakan benci dan juga cinta. Dengan itu pula manusia bisa melakukan persahabatan dan permusuhan juga bisa mencapai kesempurnaan maupun kesengsaraan. Nafsu manusia yang berhasil dijinakkan oleh akalnya yang akan menghantarkan manusia itu kepada kesempurnaan. Begitu pula sebaliknya.

Permusuhan berasal dari kebencian yang dimiliki oleh setiap umat manusia. Sebagaimana cinta, benci juga berasal dari nafsu yang bertumpu di atas pondasi akal. Permusuhan di antara umat manusia terkadang terjadi karena kedengkian pada hal - hal duniawi seperti pada kasus Qabil dan Habil ataupun pada kisah Nabi Yusuf as. dan saudara - saudaranya. Terkadang pula permusuhan dikarenakan atas dasar ideologi dan kepercayaan.

"Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barang siapa yang membunuh seseorang, bukan karena seseorang orang itu membunuh orang lain (qisas), atau bukan dikarenakan berbuat kerusakan dimuka bumi ini, maka seakan dia telah membunuh manusia hingga seluruhnya. Dan barang siapa yang menjaga kehidupan seorang umat manusia, maka ia seolah - olah telah menjaga kehidupan setiap umat manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang sangat jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu bersungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi." (Q.S. Al Maidah/5 : 32)

Allah SWT. menjelaskan dalam ayat berikut ini, bahwa setelah ada peristiwa pembunuhan Qabil terhadap Habil, Allah SWT menetapkan suatu hukum bahwa jika membunuh seseorang sama dengan membunuh seluruh umat manusia. Begitu juga menyelamatkan kehidupan seseorang sama dengan menyelamatkan seluruh umat manusia. Ayat ini menjelaskan sebuah prinsip sosial di mana masyarakat bagaikan sebuah tubuh, sedangkan individu - individu masyarakat ith merupakan anggota tubuh tersebut. Apabila salah satu saja anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh lainnya pun ikut merasakan sakit.

Dalam Q.S. Al Maidah/5 : 32 terdapat 3 pelajaran yang dapat dipetik:

1. Nasib kehidupan semua umat manusia sepanjang sejarah memiliki kaitan dengan manusia lain. Sejarah kemanusiaan merupakan mata rantai yang saling berikatan atau berhubungan. Karena itu, kalau sebuah mata rantai itu putus akan mengakibatkan musnahnya sejumlah besar umat manusia.

2. Nilai dari suatu pekerjaan berkaitan dengan tujuan. Pembunuhan seorang umat manusia dengan tujuan jahat merupakan pemusnahan sebuah masyarakat, tetapi keputusan pengadilan untuk melakukan eksekusi terhadap seorang pembunuh dalam rangka qisas merupakan sumber kehidupan masyarakat.

3. Mereka yang telah memiliki pekerjaan dan berhubungan dengan penyelamatan jiwa umat manusia, antara lain seperti dokter, perawat, polisi harus mengerti nilai dasar pekerjaan mereka. Menyembuhkan atau menyelamatkan orang yang sakit dari kematian bagaikan menyelamatkan sebuah masyarakat dari kehancuran.

Tugas kita bersama adalah untuk menjaga ketentraman hidup dengan cara mencintai dan menganyomi tetangga, orang - orang yang berada di sekitar kita. Artinya, kita dilarang melakukan perilaku yang dapat merugikan orang lain, termasuk menyakitinya dan melakukan tindakan kejahatan kepadanya.

Di Negara Kesatuan Republik Indonesia ada dasar hukum yang mengatur tentang pelarangan melakukan tindak kekerasan, termasuk kekerasan pada anak dan anggota keluarga, misalnya UU No. 23 Tahun 2002 dan UU No. 23 Tahun 2004.

BAB III


PENUTUP


KESIMPULAN


A. Kesimpulan


Kata toleransi yaiti berasal dari kata " Tolerare " yang berasal dari bahasa latin yang artinya "sabar membiarkan sesuatu". Jadi secara harafiah pengertian dari Toleransi antar umat beragama ialah dengan perasaan sabar untuk membiarkan orang menjalankan agama dan kepercayaan masing-masing.

Kita harus bisa memaknai dan juga bisa kita mendefinisikan toleransi beragama. Toleransi dalam umat beragama bukan berarti kita harus hidup dalam ajaran agama lain. Namun toleransi dalam beragama yang dimaksudkan disini adalah menghormati sesama penganut agama lain.

Dalam bersikap toleransi janganlah kita berlebih-lebihan sehingga sikap dan tingkah laku kita mengganggu hak-hak dan kepentingan yang akan merugikan orang lain. Lebih baik sikap toleransi itu kita terapkan dengan sewajarnya. Jangan sampai toleransi itu menyinggung perasaan apalagi sampai melukai hati orang lain.

Toleransi juga mengajarkan hendaknya jangan sampai merugikan kita, contohnya ibadah dan pekerjaan kita.


  1. Sikap toleran perlu kamu kembangkan dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Dalam masalah keimanan (aqidah) dan peribadatan (ibadah), kita berpegang teduh pada keyakinan tanpa bergeser ajaran sedikit pun, tetapi tetap menghargai sesama orang lain yang berbeda keyakinan dengan kita.
  3. Semua umat manusia diberi kebebasan untuk memilih agama atau keyakinan mana pun karena agama merupakan hak asasi manusia. Akan tetapi, semua pilihan itu pasti ada konsekuensinya. Manusia harus tetap bertanggung jawab terhadap pilihannya tersebut.
  4. Allah menjanjikan surga bagi yang bertaqwa kepada-nya dan neraka bagi orang-orang yang dzhalim.
  5. Dalam pergaulan hidup bermasyarakat antar umat Islam dan umat lain (non-Islam) hendaknya saling kita saling menghargai dan menghormati serta boleh bekerja sama dalam urusan dunia demi terwujudnya keamanan, ketertiban, kedamaian, dan kesejahteraan bersama.

Daftar pustaka ---------------------

Posting Komentar